Air adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup termasuk manusia, manusia dapat hidup tanpa makan selama 7 hari tetapi tetap minum, sedangkan 2 hari tanpa minum tetapi tetap makan sudah sangat buruk untuk kondisi kesehatan. Namun seringkali kita melupakan bahwa tubuh kita terdiri dari 70% air sehingga tidak mencukupi kebutuhan air harian.

Efek Buruk Dehidrasi Terhadap Tubuh

Kondisi ini disebabkan lingkungan dan aktivitas masa kini yang jarang membuat manusia bergerak sehingga lebih banyak duduk ditambah ruangan dingin yang menggunakan AC membuat kita jarang haus dan minum. Padahal air memiliki fungsi yang sangat penting di dalam tubuh terutama dalam metabolisme, sebagai elektrolit tubuh, menjaga suhu tubuh, pelarut, katalisator, dan pelumas.

Kekurangan air di dalam tubuh akan menyebabkan cairan di dalam tubuh berkurang drastis yang disebut dehidrasi, kondisi ini sangat berbahaya jika berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Nah apa saja efek buruk dehidrasi terhadap tubuh? Mari kita simak bersama sama di bawah ini.

Kerusakan Sel Sel Pada Otak

Ketika seseorang mengalami kekurangan cairan, jadi dia akan menghadapi dehidrasi. dehidrasi ini bisa menimbulkan cairan otak berkurang dan asupan oksigen yang sepatutnya beredar ke otak menjadi menurun. Kondisi ini menimbulkan sel-sek otak menjadi tidak berkembang dan tidak aktif, hingga bisa berkurang.

Menurunkan Tingkat Konsentrasi

Otak mempunyai struktur yaitu cairan, dan jika otak tidak menghasilkan asupan air yang mencukupi, maka dapat merusak kinerja kognitif (kepandaian). Otak yang tidak bisa menerapkan kinerja kognitif dapat menjadikan seseorang tidak berkonsentrasi, mudah lupa, bahkan lamban untuk berpikir.

Menyebabkan Halusinasi

Dehidrasi bisa menimbulkan gejala kecil seperti warna air kencing pekat, denyut nadi cepat, lelah, badan panas, tenggorokan kering, sakit kepala, haus, ataupun gejala besar seperti halusinasi.

Resiko Infeksi Saluran Kencing dan Radang Kandung Kemih

Sensitif terhadap peradangan kandungan kemih, sebab kuman tidak bisa keluar karena kurangnya mengkonsumsi air putih. Adapun tanda tanda peradangan kandungan kemih bisa seperti darah dalam air seni, sakit di area atas tulang kemaluan, perasaan tidak bisa menunda buang air kecil, nyeri ketika buang air kecil, dan suhu badan sikit meningkat.

Untuk wanita dianjurkan untuk lebih banyak mengkonsumsi air putih, sebab panjang saluran kemih lebih pendek dibandingkan dengan laki-laki. Jika banyak minum air putih bisa mendorong bakteri keluar dari saluran kemih dan menurunkan ancaman infeksi kandung kemih.

Metabolisme Ginjal Terganggu

Kurang mengkonsumsi air putih bisa merusak peran ginjal. Maka dari itu, konsumsilah air putih yang cukup perharinya, sebab air bisa membantu memperlancar sistem peluruhan bagian produksi batu ginjal, yang pada hasilnya keluar disertai dengan kemih ketika buang air seni.

Nah bagaimana setelah membaca tentang efek buruk dehidrasi terhadap tubuh? Masihkah kita tidak mau mencukupi kebutuhan cairan harian tubuh kita?  Cukup minum air putih minimal 8 gelas atau 2 liter per hari untuk menghindari berbagai efek buruk di atas.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *